held an expression session heat, awarding
1 million rupiah to the surfer who pulled
the best aerial, and another mil to the surfer
who performed the most radical moves on a
wave. There was action left, right, and centre
as Indo’s hottest talent launched off ramps
and buried rails. Bol pulled a huge backside
air 360 but Prayit took the ‘Best Air’ title
when he stomped a tweaked frontside air 360.
Marlon Gerber took the ‘Best Wave Surfed’
category with a series of radical fin busts
and critical tail drop floaters.
Sebelum final dimulai Dedi dan Komang bersalaman.
Waktu selesai juga masih bersalaman.
Mereka berdua masih berpelukan.
Hari ini ada mandi bir gratis untuk juara 1.
Semua senang sudah dapat juara di last kompetisi.
Semua senang sudah dapat juara di last kompetisi.
Difinal mungkin bukan hari bagus untuk Gogo karena
dari panitia memberikan kesempata kepada finalis untuk
memilih lokasi untuk surfing sesuai dengan kemauannya
yaitu di Sun Bar Left atau the Right. Akhirnya Gogo
mengambil Sun Bar Left dan Dedi lokasi Right. Pada menit
pertama ombak sama-sama dapat bagus. Tak lama kemudian
angin kencang datang ke Pererenan Beach, canggu. Otomatis
ombak ganti. Lokasi gogomengalami kesulitan karena tidak
datang ombak bagus, sedangkan lokasi Dede ombak datang
terus dan otomatis bisa dpat naik ombak lebih banyak.
Karena tidak mau kehilangan poin akhirnya Gogo paddle
ke arah Right ketempat Dedi. Akhirnya mereka ada di
satu lokasi yang sama tapi poin sudah dikejar.
Final Gogo diSunber
Left
Dedi Santoso di Right.
Sebelum Final ada acara Electrik Visual Air
Show. Bol yang sudah kalah di Round 3 masih ada
datang di hari ke untuk ikut acara extra ini.
Tapi dia tidak pernah lepas dari minuman ditangannya
baik waktu bicara dengan sama-sama surfer.